A. Kompetensi :
Merawat baterai.
B. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai praktikum peserta didik dapat :
1. Memeriksa baterai dan elektrolit baterai.
2. Mengisi kembali baterai.
3. Merawat baterai.
C. Alat dan Bahan :
1. Baterai
2. Voltmeter/multimeter/baterai tester
3. Hidrometer
4. Baterai charger
D. Keselamatan Kerja :
1. Hati-hati terhadap cairan baterai.
2. Hati-hati saat melakukan pengisian baterai. Ikuti petunjuk pengisian baterai dengan benar.
3. Gunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya.
4. Laksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja.
5. Tanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum.
E. Langkah Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan praktikum
2. Memeriksa kondisi visual baterai
a. Periksa kondisi baterai secara visual dari kerusakan dan kebocoran box baterai.
b. Periksa terminal baterai dari kotor dan karat. Bersihkan bila terjadi karat. c. Periksa permukaan elektrolit baterai, tambahkan air suling bila perlu sampai garis full.
3. Mengukur tegangan baterai
a. Posisikan multimeter pada selektor DC20 (pengukuran tegangan searah maksimal 20 volt)
b. Tempatkan terminal multimeter pada kutub baterai pada kutub yang benar
4. Mengukur berat jenis elektrolit baterai
a. Pastikan hidrometer dalam kondisi baik dengan mengecek berat jenis air murni, sehingga menunjukkan berat jenis 1.000.
b. Tekan karet hidrometer, masukkan ujung hidrometer ke dalam salah satu sel baterai hingga tercelup ke dalam larutan elektrolit. Lepas tekanan pada karet, sampai pelampung terangkat. Baca berat jenis elektrolit baterai.
c. Catat hasil pengukuran pada kolom yang tersedia.
d. Ulangi untuk sel-sel yang lain.
5. Pengisian baterai
a. Lakukan pengisian pada 1 baterai, 2 buah baterai secara seri dan 2 buah baterai secara paralel seperti pada gambar berikut ini:
e. Putar selektor timer berlawanan arah jarum jam (bila bunyi berarti pemasangan terminal terbalik).
f. Putar selektor arus sesuai arus pengisian yang diinginkan.
Perhatian :
⮚ Saat mematikan baterai charger putar selektor arus sampai OFF baru selektor timer.
⮚ Hindari percikan api sekitar baterai saat pengisian maupun pengosongan, karena pada saat tersebut baterai mengeluarkan gas hidrogen. Gas tersebut bila terkena percikan api dapat terbakar dan menimbulkan ledakan baterai.
Data Hasil Praktikum
1. Kode baterai :
2. Pemeriksaan visual baterai
a. Kondisi kotak baterai :
b. Kondisi terminal baterai :
c. Kuantitas cairan elektrolit baterai:
3. Pengukuran tegangan baterai
Tegangan baterai : ………. Volt.
4. Pengukuran berat jenis baterai.
Baterai 1
| Sel | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| Berat jenis |
Baterai 2
| Sel | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| Berat jenis |
Tindakan hasil pengukuran.
| Hasil Pengukuran | Tindakan |
| 1.300 atau lebih | Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang |
| 1.290 – 1.220 | Baterai masih baik (OK) |
| 1.210 atau kurang | Lakukan pengisian, ukur berat jenisnya bila berat jenis tetap 1.210 ganti baterai |
| Perbedaan Bj antara sel kurang dari 0.040 | Masih dalam batas toleransi (OK) |
| Perbedaan antara BJ lebih dari 0.040 | Lakukan pengisian penuh, periksa BJ, bila perbedaan masih melebihi 0.04, ganti baterai. |
6. Pertanyaan dan tugas.
- Buat gambar baterai dan komponen-komponen baterai !
- Jelaskan fungsi baterai pada kendaraan bermotor !
- Jelaskan perbedaan baterai basah dan baterai kering !
- Tuliskan langkah kerja pemeliharaan baterai pada mobil !
- Buatlah kesimpulan dari praktik yang anda lakukan !