003. SETTING MIKROTIK ROUTERBOARD RB2011UiAS-RM

MikroTik RouterBoard RB2011UiAS-RM adalah salah satu produk dari MikroTik yang populer di kalangan profesional jaringan. Berikut adalah beberapa informasi tentang model ini:

  1. Jenis : RouterBoard RB2011UiAS-RM adalah router dengan perangkat keras yang terintegrasi dengan fitur-fitur jaringan yang kuat.
  2. Fitur-Fitur : Model ini memiliki banyak fitur, termasuk:
  • 5 port Gigabit Ethernet.
  • 5 port Fast Ethernet.
  • Port USB untuk penggunaan storage atau modem 3G/4G.
  • Prosesor yang cukup kuat untuk mengelola berbagai fungsi jaringan.
  • RouterOS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh MikroTik, dengan berbagai fitur seperti routing dinamis, VPN, firewall, manajemen bandwidth, hotspot, dan banyak lagi.
  • Antarmuka pengguna grafis yang memudahkan konfigurasi dan manajemen jaringan.
  1. Mounting : RB2011UiAS-RM dirancang untuk dipasang di rak (rack-mountable) dengan dukungan bracket bawaan.
  2. Kegunaan : Model ini cocok untuk berbagai penggunaan, seperti jaringan kantor kecil, bisnis kecil, atau penggunaan rumahan yang membutuhkan konfigurasi jaringan yang lebih kompleks.

A. Cara menyeting Routerboard ini agar terhubung ke ISP adalah :

  1. Hapus settingan default dari mikrotiknya
  • Sambungkan power supply pada listrik PLN untuk menyalakan mikrotiknya.
  • Sambungkan kabel UTP yang sudah dipasangkan RJ45 pada kedua ujung kabel tersebut pada Ether1
  • Ujung yang lainnya dihubungkan ke modem internet
  • Kabel UTP yang lain dihubungkan ke port yang lain. Disini dicontohkan dipasang pada port Ether5 dan ujung lainnya sambungkan ke komputer atau laptop yang digunakan untuk mensetting mikrotik.
  • Pada komputer atau laptop harus diinstall Winbox. Winbox adalah software yang digunakan untuk meremote mikrotik tersebut. Winbox dapat di download di situsnya mikrotik.
  • IP pada komputer/laptop dibuat DHCP (IP dinamis/dikosongkan saja)
  • Jalankan program winboxnya. Pada tab neighboard pilih Refresh. Mikrotik akan menscan secara otomatis. Apabila terhubung dengan mikrotik, secara defaultnya akan didapati IP mikrotiknya 192.168.88.1
  • Langkah berikutnya kita harus menghapus konfigurasi bawaan mikrotik tersebut. caranya dengan mengklik bagian MAC Add nya, dan pada tombol login isikan admin dan passwordnya di kosongkan. Lalu klik Connect. Kemudian klik Remove Configuration. Lalu klik Exit, dan masuk kembali dengan login admin dan password dikosongkan. IP defaultnya tadi akan berubah menjadi 0.0.0.0
  1. Ubah Identitas Routernya. Tujuannya adalah memberikan penamaan pada router apabila nanti kita bekerja di beberapa router, kita tahu kalau yang dikerjakan itu router yang dimaksud. Caranya klik System → Identity
  2. Ubah password routernya supaya tidak sembarangan nanti yang bisa masuk dan mengutak atik sistemnya. Caranya klik System → user
  3. Buat settingan bridge dengan mengklik bridge. Caranya Klik Bridge → klik tanda tambah (+) pada kotak dialog dan beri Nama. Misalnya namanya WAN → klik Oke. Kemudian tentukan portnya dengan cara klik tab Port → klik tanda tambah (+) pada kotak dialog. Pada interfacenya, pilih Ether 1. Klik OK.
  4. Setting IP Address yang masuk pada port WAN tersebut. Ada dua cara untuk mensetting IPnya. Pertama IP Dinamis (DHCP) kedua IP statik (Manual).
    1. Cara Pertama Klik IP → DHCP Client. Klik tanda tambah (+) pada kotak dialog, pada interface pilih WAN → Apply → OK. Pada kotak dialog DHCP Client sudah otomatis bound artinya sudah tersambung ke internet. (yang tersambung tersebut adalah port ether 1 ke jaringan ISP). Untuk mengeceknya dapat kita lakukan dengan : 
  • Klik IP → Address
  • Klik IP → DNS
  • Klik New Terminal → ping ke 8.8.8.8
  1. Cara Kedua. Dalam hal ini kita harus tahu terlebih dahulu IP yang keluar dari ISP (modem). Umumnya yang diberikan ISP itu adalah IP address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS. Tetapi kalau DNS tidak ada, kita bisa pakai DNS Google saja yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 Caranya adalah : 
  • Klik IP → Addresses. Pada Address isikan IP yang diberikan contoh 192.168.99.150/24 (Karena subnet masknya 255, slashnya diisikan /24. Ini akan kita dipelajari pada BAB tersendiri) Pada Interfacenya pilih WAN. Klik Apply → OK
  • Klik IP → DNS. Pada Servers isikan DNS yang diberikan. Dalam hal ini kita contohkan DNS google yaitu 8.8.8.8. Setelah itu klik tanda panah kebawah untuk mengisikan DNS yang satu lagi yaitu 8.8.4.4 Jangan lupa klik (beri centang) pada Allow Remote Requests. Klik Apply → OK
  • Klik IP – Router (untuk mengisikan gatewaynya). Klik tanda tambah (+) pada kotak dialog. Dan klik kotak kosong disamping tulisan gateway. Isikan Gateway yang diberikan. Contoh dalam hal ini adalah 192.168.99.1 Klik Apply → OK.
  • Klik New Terminal dan ping ke 8.8.8.8 (untuk mengceknya)

B. Cara menyeting Routerboard ini agar terhubung ke Komputer Client adalah :

  1. Kita tambahkan Bridge untuk menentukan Port mana yang akan dihubungkan ke komputer Client. Caranya Klik Bridge → Klik New (tanda +) →
    1. Pada Name kita beri nama. Contohnya LAN → OK. Klik pada tab Port juga klik New. Pada Interface pilih Ether2 (Artinya kita akan mensetting port Ether 2, sedangkan pada Routerboardnya tadi kita colokkan pada port Ether5 yang dihubungkan ke komputer yang kita setting)
    2. Pada Bridge pilih LAN Klik Apply → OK
  2. Klik IP → Addresses. Klik New → Pada Address isikan IP yang akan disetting untuk Client contohnya 10.10.10.1/24. Pada Interfacenya kita pilih LAN. Klik Apply → OK
  3. Klik IP → DHCP Server (Untuk mendapatkan IP Otomatis pada komputer Client). Klik DHCP Setup, pada DHCP Server Interface kita pilih LAN → Next (pada DHCP Address bila sudah terisi secara otomatis) → klik Next (Pada Gateway for DHCP Network juga sudah terisi secara otomatis) → Klik Next (Pada Address to Give Out / Range IP yang akan dikeluarkan router juga terisi secara otomatis) → klik Next (DNS juga sudah terisi secara otomatis) → klik Next (Leave Time juga sudah otomatis terisi) → klik Next → OK.
  4. Kita sudah selesai mensetting port Ether2. Artinya apabila kita colokkan kabel UTP yang sudah dipasang RJ 45 dicolokkan ke Port 2 dan yang satu lagi di hubungkan ke komputer Client, sudah dipastikan komputer client sudah sudah mendapatkan IP DHCP tetapi masih belum terhubung dengan internet. Sedangkan komputer yang kita setting karena menggunakan port pada Ether 5 belum dapat IP, karena port ether5 tersebut belum kita setting.
  5. Untuk melakukan setting pada Ether5, kita tidak perlu mensetting ulang dari awal. Cukup diambil settingan yang ada pada ether2 tadi. Itulah gunanya Bridge yang kita setting pertama kali. 
  6. Caranya adalah Klik Bridge → klik tab Port → klik New. Pada Interfacenya pilih ether 5 dan pada Bridge pilih LAN Klik Apply → OK
  7. Untuk menghubungkan komputer client ke internet, kita harus mensetting firewall pada mikrotik. Caranya adalah Klik IP → Firewall → Klik tab NAT → New
  8. Pada kotak dialog Pilih tab Action → Pada Action pilih masquerade → Apply → OK
  9. Setelah firewall di setting, Internet pada komputer Client sudah bisa digunakan untuk internet.
  10. Lakukan hal yang sama untuk mensetting port-port yang lainnya.
0Shares

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top